YOU GOT CAUGHT!
PROLOG
Apa yang aku lihat, tidak seperti yang kalian lihat
Alesya Zellina
*****
Alesya POV
Haiii 🤚🏻🤚🏻 Namaku Alesya Zellina, biasa dipanggil dengan "Echa" oleh keluarga dan teman-temanku
Aku bisa melihat 'mereka' ✌🏻
Yaaaa, 'mereka yang tak kasat mata'
Orang-orang menyebutku 'anak indigo'
Namun, saatku kecil aku tidak mempunyai kelebihan ini, sampai suatu hari, aku mengalami kecelakaan yang membuatku bisa melihat makhluk tak kasat mata
Entahlah.... Aku tak tau mengapa Tuhan memberikan kelebihan ini padaku, namun, aku tetap bersyukur atas nikmat yang telah tuhan berikan. Terimakasih tuhan 😊😊
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Author PoV
"Echa,"
"Cha!"
"Hei, bangunlah! Ini waktumu untuk pergi ke sekolah!" Anak itu mendengus sebal, sebab Lesya tidak bangun dari alam bawah sadarnya
"Hmm, tidak ada cara lain!" Gumam anak itu, kemudian ia masuk ke alam bawah sadar Lesya dan mengubah bentuknya menjadi makhluk yang sangat di takuti oleh Lesya, yaitu 'Poci' atau 'Pocong'
Lesya sangat takut dengan hantu itu, entah kenapa, walaupun ia sering melihatnya, tetapi tetap saja ia akan berlari terbirit-birit atau mungkin ia akan berpura-pura tidak melihat.
"Alesyaaaaaaa," ucap anak itu dengan rupa seperti Pocong
"Heiiii, bangunlaaaah,"
Seketika mata Lesya terbuka, nafasnya terengah-engah ketika melihat makhluk yang sangat ia tidak suka!
Beberapa kali ia mengerjapkan matanya dan mengatur nafasnya kemudian ia pun duduk di atas kasurnya
Lesya berdecak
"Ayrien Joost Samuel! Sudah beberapa kali aku bilang, jangan merubah bentukmu menjadi makhluk jelek itu!" Ucap Lesya penuh penekan
Secara tiba-tiba anak kecil itu muncul di hadapan Lesya, dia 'Ayrien' seorang anak yang meninggal dengan usia yang sangat muda, ia meninggal saat usianya 9 tahun, dia adalah anak dari seorang pemimpin pasukan Belanda pada masanya.
Ayrien tertawa layaknya seorang anak kecil
"Habisnya kamu tidak bangun-bangun, Echa! Jadi tidak ada pilihan lain dan hanya cara itu agar aku bisa membangunkanmu,"
Lesya menghela nafasnya, sudah beberapa kali ia mengingatkan Ayrien agar ia tidak merubah wujudnya dengan bentuk 'Pocong' tetapiii, anak kecil tetaplah seorang anak kecil! Dan Lesya hanya bisa pasrah menghadapi sikap Ayrien
"Ya sudah, aku mau mandi dulu," ucap Lesya seraya beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi
"Aku--"
"Eits, kamu tidak boleh ikut!" Ucap Lesya lagi, dengan cepat ia memotong pembicaraan Ayrien
"Tapi--"
"Nay, Nay, Nay, Nay! (Tidak!)"
Ayrien mengerucutkan bibirnya
"Hmmm, baiklah," ucapnya pasrah
Kemudian Alesya meninggalkannya begitu saja
*****
"Echaaaaa," panggil Rena 'mama Echa'
"Iya, maaaa," jawab Lesya yang sudah memakai seragam sekolahnya seraya menuruni tangga karena kamarnya berada di lantai 2
"Sini sayang makan," ucap Rena
Alesya mendudukkan bokongnya di kursi. "Papa mana mah?"
"Papa lagi keluar kota, Ayrien gak di ajak makan?"
"Dia lagi main di kamar,"
"Oalah, dasar anak itu," ucap Rena seraya menggelengkan kepalanya
Rena memiliki kemampuan yang sama dengan Lesya, bedanya ia memiliki kelebihan itu dari bayi, dan Renalah yang selalu membantu Lesya jika ia tengah kerasukan atau di ikuti makhluk halus selain Ayrien
"Ini hari pertama kamu masuk SMA, bilang sama mamah kalo kamu di ganggu sama 'mereka' di sana,"
"Iya mah, tenang aja, Echa bisa lawan mereka tanpa bantuan mamah kok,"
Rena tersenyum lalu mengacak-acak rambut putrinya itu
"Aduuuh, mah, apaan sih! Rambut Echa jadi berantakan nih," ucap Lesya seraya membenarkan posisi rambutnya
"Habisnya kamu lucu sih, ya udah, terusin makannya, mamah mau panasin mobil dulu,"
Lesya mengangguk kemudian Rena pergi menuju garasi.
*****
"Sekolah yang rajin yah sayang, mamah tinggal dulu," pamit Rena seraya mencium kedua pipinya itu
"Dah maaah," Lesya pun masuk ke gerbang sekolahnya yang bertuliskan SMAN Garuda
Dan disana sudah banyak sekali murid-murid yang akan mengikuti MOS termasuk Lesya
Lesya melihat 2 guru yang tengah berdiri di tengah lapangan dan satu persatu murid menyalimi mereka
Lesya menghampiri mereka kemudian bersalaman layaknya seorang murid, tetapi ketika ia mencium tangan bapak wakil kepala sekolah ini, ia merasa ada yang janggal dan memang sedari tadi ia melihat aura hitam yang mengelilinginya.
Lesya pun mengangkat kepalanya, matanya menatap nametag bapak itu
"Henry Abisatya," batinnya bergumam
Komentar
Posting Komentar